Jumat, 27 Mei 2011

DEFINISI ONLINE ANALYTICAL PROCESS : 

Online Analytical Process memungkinkan perangkat lunak untuk analisis real-time data yang disimpan dalam database. Server OLAP biasanya komponen terpisah yang berisi algoritma khusus dan alat pengindeksan untuk efisien mengolah data  dengan dampak minimal terhadap kinerja database.

OLAP juga memungkinkan pengguna untuk menganalisis informasi database dari sistem database pada satu waktu. Sementara database relasional dianggap dua dimensi, data OLAP bersifat multidimensional, yang berarti informasi yang dapat dibandingkan dalam berbagai cara. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat membandingkan komputer mereka penjualan pada bulan Juni dengan penjualan pada bulan Juli, kemudian membandingkan hasilnya dengan penjualan dari lokasi lain, yang mungkin disimpan dalam database berbeda.


Latar belakang :

Semakin kompleksnya pengembangan sistem-sistem informasi pemrosesan transaksional yang berevolusi ke arah Online Transactional Processing (OLTP) System, menimbulkan konsekuensi semakin rumit dan semakin banyak data maupun informasi yang harus dianalisis oleh pihak manajemen. 

Cakupan sistem penunjang keputusan pun semakin berkembang untuk menyesuaikan kebutuhan analisis informasi yang juga semakin kompleks. Pada pertengahan dekade 1990, bersamaan dengan adopsi besar-besaran data-warehousing pada sejumlah perusahaan besar dunia, dikenalkan suatu teknik analisis penunjang keputusan yaitu OLAP, Online Analytical Processing.

Online Analytical Processing (OLAP) menawarkan metode analisis data secara kompleks dan terkustomisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan akan informasi oleh para analis maupun eksekutif.

Pemanfaatan OLAP dengan pola analisis seperti berikut ini  :
  • Meringkas dan mengumpulkan sejumlah besar data
  • Melakukan filtering, pengurutan, dan memberikan peringkat (rangking)
  • Membandingkan beberapa set dari data
  • Membuat sketsa/bagan/diagram
  • Menganalisis dan menemukan pola dari data
  • Menganalisis kecenderungan data
Kapan kita harus mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi OLAP?

Pada dasarnya, setiap proses bisnis yang mengharuskan kita untuk menganalisis (menggulung, menelusuri dll) Data transaksional di berbagai kategori adalah aplikasi yang sangat baik teknologi OLAP.

    * Prinsip Akey dari OLAP adalah bahwa pengguna harus melihat waktu respon yang konsisten untuk setiap tampilan, atau iris, dari data yang mereka permintaan. Karena data dikumpulkan pada tingkat rinci hanya, ringkasan informasi yang biasanya dihitung di muka. Nilai-nilai precomputed, atau agregasi, merupakan dasar dari keuntungan kinerja OLAP.
    * OLAP jasa meliputi server middle_tier yang memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis canggih pada volume data yang besar dengan kinerja yang luar biasa.
    * Fitur lain dari layanan OLAP adalah layanan PivotTable, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis bila terputus dari jaringan perusahaan.
    * OLAP jasa mengatur data dari sebuah gudang data menjadi kubus multidimensi dengan informasi ringkasan pra dihitung untuk menyediakan jawaban untuk pertanyaan analitis kompleks.
    * OLAP layanan dapat mengakses data sumber di penyedia jasa yang didukung OLE DB data, yang termasuk tidak hanya server SQL tetapi juga sejumlah besar database desktop dan server, termasuk Microsoft Access, MicroSoft FoxPro, Oracle, Sybase dan Informix.

Kinerja OLAP tergantung di hal-hal ini :

    * Aggregations
          o Mewujudkan agregasi biasanya menyebabkan respon lebih cepat query karena kita mungkin perlu untuk melakukan pekerjaan lebih sedikit untuk menjawab permintaan untuk nilai sel.
    * Partisi
          O Partisi memberikan Anda kemampuan untuk memilih strategi penyimpanan yang berbeda untuk mengoptimalkan tradeoff antara pengolahan dan query kinerja.
    * Data irisan pada partisi
          o Mengatur slice data merupakan cara yang efisien untuk menghindari query partisi tidak relevan.